Rabu, 07 November 2012

cerita rakyat

MALING KUNDANG
Maling Kundang adalah seorang anak yang sangat durhaka kepada orang tuanya.
Dia tidak mau mengakui ibunya ,karena ibunya sudah tua dan miskan
Dikarenakan malu dan dia merasa sudah kaya dan menpunyai kedudukan ,serta istri yang sangat cantik.




Rabu, 16 November 2011

soal-soal kerukunan hidup rukun Tujuan: anak mengerti arti hidup rukun dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Petunjuk: pilihlah jawaban yang tepat di bawah ini! hidup rukun wandi dan wati adalah anak yang rajin. setiap pagi mereka berangkat ke sekolah bersama-sama, begitu juga pada saat pulang sekolah. apabila wati masih ada kegiatan, wandi selalu menunggui dengan sabar. jika wati mengalami kesulitan dalam belajar, wandi juga berusaha membantu adiknya itu. wandi dan wati saling menyayangi satu sama lain.a. mempertahankan pendapat b. selalu berselisih paham c. agar hidup


hidup rukun

Tujuan:  anak mengerti arti hidup rukun dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Petunjuk:  pilihlah jawaban yang tepat di bawah ini!

       hidup rukun
       wandi dan wati adalah anak yang rajin. setiap pagi mereka berangkat ke sekolah bersama-sama, begitu juga pada saat pulang sekolah. apabila wati masih ada kegiatan, wandi selalu menunggui dengan sabar. jika wati mengalami kesulitan dalam belajar, wandi juga berusaha membantu adiknya itu. wandi dan wati saling menyayangi satu sama lain. 

       setelah pulang sekolah, mereka berdua selalu menyempatkan waktu untuk membantu ibu mengerjakan pekerjaan di rumah. wandi dan wati selalu mematuhi semua perintah dan nasehat ayah dan ibunya; mereka tidak pernah melawan. 

      ayah mereka selalu mengajarkan agar hidup selalu rukun. wati dan wandi diberikan kasih sayang dan mendapat perlakuan yang sama dari orang tuanya. ayah dan ibu mereka adalah orangtua yang bijaksana. saat wati dan wandi berselisih paham, ayah berusaha melerainya agar suasana kembali menjadi tenang dan mereka menjadi rukun kembali. segala masalah selalu diselesaikan bersama.

       setiap malam mereka selalu makan bersama, tidak lupa didahului dengan doa yang dipimpin oleh sang ayah. orang tua mereka selalu mengingatkan mereka untuk hidup saling menyayangi.  ayah selalu berkata pada wati dan wandi bahwa hidup tidak rukun bisa mengakibatkan keributan, perselisihan dan pertengkaran. namun apabila mereka hidup rukun, mereka akan selalu hidup damai. itulah yang selalu diajarkan oleh orangtua wandi dan wati.

1.  dengan siapa sajakah wandi tinggal di rumah?
  a. ayah dan ibu
  b. ibu
  c. ayah, ibu dan wati
  d. nenek dan kakek

2.  apakah yang selalu diajarkan oleh ayah kepada wati dan wandi?
  a. mempertahankan pendapat
  b. selalu berselisih paham
  c. agar hidup rukun
  d. menentang orangtua

3.  bagaimana cara keluarga wandi dan wati menyelesaikan jika terjadi masalah?
  a. didiamkan saja
  b. bertengkar
  c. diselesaikan bersama
  d. berdebat

4.  bagaimanakah sikap ayah, jika wati dan wandi berselisih paham?
  a. memarahi
  b. melerai
  c. menghukum
  d. didiamkan saja

5.  apa yang wandi lakukan jika wati mengalami kesulitan dalam pelajaran?
  a. membantu
  b. menyalahkan
  c. meledek
  d. menertawakan

Selasa, 15 November 2011

cerita rakyat

sapi dan ayam

“Kenapa sih”, kata seorang kaya pada pelayannya, “Orang-orang mengataiku pelit. Padahal semua orang kan tahu kalau aku wafat nanti, aku akan memberikan semua yang aku punya pada yayasan sosial dan panti asuhan?” “Akan saya ceritakan fabel tentang ayam dan sapi,” jawab pelayannya. “Sapi begitu populer, sedangkan sang ayam tidak sama sekali. Hal ini sangat mengherankan sang ayam. ‘Orang-orang berkata begitu manis tentang kelemahlembutan dan matamu yang begitu memancarkan penderitaan’, kata ayam pada sapi. ‘Mereka mengira kamu begitu murah hati, karena tiap hari kamu memberi mereka krim dan susu. Tapi bagaimana dengan aku? Aku memberikan semua yang aku punya. Aku memberikan daging ayam. Aku memberikan bulu-buluku. Bahkan mereka memasak dan membuat sup dengan kakiku untuk kaldu. Tidak ada yang seperti itu. Kenapa sih kok bisa begitu ?’”
“Apakah anda tahu apa jawaban sang sapi?”, kata pelayan.
Sang sapi berkata, “Mungkin karena aku memberikannya sewaktu aku masih hidup.”